SELAMAT DATANG DI RAGAM FORMULA

BERITA DARI RAGAM FORMULA

media berita dan edukasi terpercaya yang menginspirasi dan mencerdaskan umat

Senin, 26 Oktober 2026

​Oleh: Rina Ummu Meta

(Pegiat Literasi)



​Insiden tragis kembali terjadi. Seorang siswa SD berinisial M (7) di Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia pada 30 September lalu usai menjadi korban bullying oleh kakak kelasnya. Korban mengalami luka parah akibat dipukul dan ditendang di bagian perut setelah dipalak dan diperas oleh pelaku. Sebelum mengembuskan napas terakhir, siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem Pemalang ini sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di ICU RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. Sementara itu, kedua pelaku yang merupakan kakak kelas korban tidak ditahan karena masih di bawah umur (di bawah 12 tahun). Keduanya ditetapkan sebagai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan dititipkan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) (bbcnews.com, 9/10/2026).


​Tragedi memilukan ini makin memperpanjang deretan kasus kekerasan di kalangan pelajar. Sangat ironis, kekerasan justru terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak untuk menimba ilmu. Berdasarkan data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), sepanjang Januari hingga September 2026 telah terjadi 100 kasus kekerasan di sekolah dengan korban mencapai lebih dari 1.000 anak.


​Maraknya kasus bullying di lembaga pendidikan merupakan alarm keras bagi kita semua. Sungguh memprihatinkan, anak usia sekolah dasar yang masih sangat muda sudah mampu melakukan kekerasan fisik yang berujung pada hilangnya nyawa sesama teman. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa generasi hari ini sedang tidak baik-baik saja.


​Kondisi buruk ini tidak terlepas dari penerapan sistem sekularisme-kapitalis saat ini. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan ini melahirkan kebebasan berperilaku atas nama Hak Asasi Manusia (HAM). Akibatnya, sistem pendidikan yang lahir dari pemahaman ini gagal mencetak generasi berkualitas. Pendidikan saat ini seolah hanya berfokus pada capaian nilai akademik semata, tanpa diimbangi dengan penanaman nilai moral dan agama. Alhasil, para peserta didik makin jauh dari akidah dan akhlak yang luhur.


​Meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan sekolah juga memperlihatkan pengabaian dan ketidakseriusan negara dalam menangani kasus bullying. Padahal, negara bertanggung jawab penuh atas keselamatan jiwa rakyatnya, termasuk saat mereka berada di lingkungan sekolah.

​Rasulullah saw.bersabda:

​"Tidaklah seorang hamba yang Allah beri tanggung jawab memimpin rakyat, kemudian ia mati dalam keadaan curang terhadap rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya." (HR. Muslim)


​Hadis di atas memberikan peringatan keras bagi para pemimpin yang menelantarkan dan tidak melindungi hak serta keselamatan rakyatnya. Begitu tegas Islam mengatur dan menuntut pertanggungjawaban seorang pemimpin.


​Berbeda dengan sistem sekuler, sistem Islam menuntut negara untuk menjamin keselamatan jiwa dan kesejahteraan seluruh rakyat secara menyeluruh. Negara akan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam yang terbukti mampu melahirkan generasi bertakwa, tangguh, dan berakhlak mulia.


​Tanggung jawab negara tersebut diwujudkan dengan menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, mencetak tenaga pendidik yang kompeten, serta menyusun kurikulum yang mampu membentuk kepribadian Islam (syaksiyah Islamiyah). Di sisi lain, kontrol masyarakat juga hidup melalui aktivitas amar ma'ruf nahi munkar. Jika terjadi penyimpangan, masyarakat akan dengan sigap melapor dan memastikan aturan ditegakkan. Allah Swt. berfirman:

​"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali 'Imran: 104)


​Selain itu, negara juga akan memberikan sanksi yang tegas dan berefek jera (ujrubah) kepada pelaku bullying sesuai syariat agar kejadian serupa tidak berulang. Hanya dengan menerapkan sistem Islam secara menyeluruh (kaffah), seluruh problematika kehidupan—termasuk maraknya kasus bullying—dapat teratasi secara tuntas. Sebab, hanya Islam-lah solusi yang hakiki.

​Wallahu a'lam bish-shawab.

​

0 comments:

Posting Komentar

Categories

Labels

Bullying Mengancam Generasi, Islam Solusi Hakiki

​Oleh: Rina Ummu Meta (Pegiat Literasi) ​Insiden tragis kembali terjadi. Seorang siswa SD berinisial M (7) di Pemalang, Jawa Tengah, meningg...

Popular Posts