SELAMAT DATANG DI RAGAM FORMULA

BERITA DARI RAGAM FORMULA

media berita dan edukasi terpercaya yang menginspirasi dan mencerdaskan umat

Rabu, 19 Agustus 2026

 

Oleh: Rosy Anna A.Md.M

(Penulis)


Acara festival musik The Sounds Project pada Ahad, 09 Agustus 2026, Ancol Jakarta Utara. Tengah menjadi perbincangan hangat dan kecaman warga terkait penistaan agama. Pasalnya dalam acara tersebut memberikan challenge hafalan surah Ad-Dhuha berhadiah sebotol minuman keras. 


Hal ini bukan sekedal challenge yang kelewatan, tapi sudah keterlaluan. Menghafalkan surah Ad-Dhuha, bagian dari kalamullah, lalu menjadikan minuman keras sebagai hadiahnya bukan sesuatu yang pantas dinormalisasi atas nama ajang hiburan, challenge, atau bahan promosi. 


Ironis ketika ayat Al-Quran dijadikan syarat untuk mendapatkan sesuatu yang justru Allah perintahkan untuk dijauhi.


Ada batas yang tidak boleh diterobos demi mendapat FYP dan viral. Ayat Al-Quran bukan untuk gimmick marketing atau dijual belikan. Al-Quran adalah kalamullah yang suci, bukan properti. 


Ketika agama dipisahkan dari kehidupan (sekulerisme) sesuatu yang jelas-jelas haram bisa diatur menjadi "legal" selama memenuhi aturan negara. Akhirnya minuman keras punya ruang untuk beredar, dipasarkan, bahkan dibuatkan gimmick promosi. 


Indonesia ini memang serba setengah-setengah. Dibilang negara sekuler, menolak tidak mau. Dibilang negara agama, juga bukan. Halal haram hanya sejauh urusan pribadi. Ketika masuk ranah ekonomi, hukum, politik, dan kebijakan publik, kebijakannya bisa berubah selama menguntungkan salah satu pihak. Padahal sesuatu yang legal menurut negara belum tentu halal menurut Allah.


Inilah buah dari sekulerisme, agama ditaruh di Masjid dan Musola saja. Diluar itu, semua boleh dibeli, termasuk iman dan kemuliaan.

Rasulullah diutus bukan sekedar mengajarkan ibadah mahdah, Rasul juga mengajarkan untuk bernegara, berpolitik, berekonomi, sesuai dengan hukum islam. 


Hariini kita teriak "penistaan agama!" tapi sistem yang membolehkan minuman keras beredar luas dan dipromosikan secara masif masih diabaikan.


Makan jangan heran kalau besok ada lagi "Challengen hafal surah Al- Ikhlas dapat vape", "lomba adzan dapat rokok", atau yang lebih parah lagi.


Karena kalau akar masalahnya tidak dicabut, buah busuknya akan terus muncul.


Teruntuk seluruh umat islam, ini adalah tamparan, jangan sampai kita lebih gercep ngebela idol K-pop daripada ngebela Al-Quran, kepada penyelenggara, ini bukan kreativitas. Ini luka. Segera klarifikasi, minta maaf, dan bertobatlah kepada Allah. Kepada penguasa, buat aturan yang tegas. Kembali kepada aturan Allah SWT..


Wallahualam bishawab..

0 comments:

Posting Komentar

Categories

Labels

Dari Curhatan Berujung Perundungan

Oleh: Sendy Novita, S.Pd., M.M. (Penulis dan Praktisi Pendidik)  Kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia. Ketika seseorang datang ke rumah ...

Popular Posts