Oleh: Rosy Anna A.Md.M
(Penulis)
Hari ini banyak orang berlomba memakai Al.
Bukan selalu untuk memperdalam isi, tetapi sering untuk menunjukkan bahwa ia cepat, canggih, mahir memberi perintah, dan tidak tertinggal zaman.
Seolah kemampuan terbesar adalah tahu cara menyuruh mesin bekerja. Padahal persoalannya bukan berhenti pada "bisa memakai teknologi atau tidak.'"
Hal terpenting adalah: apakah orang yang memakainya cukup matang untuk tahu apa yang layak dibuat? apa yang tidak perlu dibuat? dan apa yang tetap harus dipikirkan sendiri?
*Sisi Positif dan Negatif AI*
Penelitian menunjukkan bahwa ledakan kecerdasan akibat perangkat lunak AI itu sendiri dapat menyebabkan perkembangan yang sangat cepat dari sistem yang sangat mumpuni atau superhuman AI system.
Meskipun dapat menghasilkan dampak positif misalnya dalam bidang medis dan teknologi lainnya, ledakan kecerdasan membawa tiga risiko termasuk ancaman biologis dan siber, hilangnya kendali dan keterlibatan manusia, serta ancaman perang antarnegara.
Di sisi lain, perkembangan AI juga memicu dampak sosial, seperti berkurangnya lapangan kerja akibat otomatisasi, serta meningkatnya ketergantungan manusia terhadap teknologi yang berpotensi menurunkan kemampuan berpikir kritis.
Perkembangan pesat kecerdasan buatan AI yang tidak dibatasi atau diarahkan oleh nilai-nilai keimanan, akidah, serta prinsip hukum syara, dapat mengancam tatanan hidup manusia. Keputusan hidup yang sepenuhnya diserahkan kepada AI dapat melepas tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Manusia diberikan kemuliaan akal untuk memahami tanda-tanda kekuasaan Allah dan menjadi khalifah fiil ardhi. Menjaga, melestarikan, dan melindungi bumi sesuai dengan tujuan penciptaan manusia.
Memecahkan seluruh problematika saat ini dengan pertimbangan hukum syara, baik, benar, halal, haram, dengan kacamata Allah SWT, dan tidak bergantung dengan kecanggihan AI. Bagaiaman kacamata seorang muslim dalam menilai AI?
*Penting kita pahami hadharah dan madaniyah*
Agar umat islam dapat dengan cermat membedakan, mana sesuatu yang diperbolehkan atau tidak. Tidak bersikap meng-generalisir terhadap suatu perkara dengan pemberian status hukum tertentu.
Islam menetapkan hukum yang tegas atas segala bentuk hasil pemikiran manusia mejadi hadarah (dipengaruhi ideologi) dan madaniyah (netral). Hadarah merupakan kumpulan pandangan hidup, nilai, dan pemikiran yang menjadi dasar peradaban, dalam hal ini haram hukumnya kita sebagai seorang muslim untuk mengambil atau mengadopsi hadarah yang bertentangan dengan akidah dan syariat Islam.
Sedangkan madaniyah merupakan produk atau bentuk materi yang dihasilakan dari kemajuan suatu masyarakat, bisa berupa beda atau sarana yang kita gunakan dalam kehidupan, contohnya hp, laptop, transportasi, internet, dan lainnya. Sehingga untuk madaniyah, kita sebagai muslim dihalalkan.
Lalu apakah sebagai seorang muslim kita boleh mengunakan AI? perlu diperhatikan dan dipahami. Bahwasannya AI merupakan perkembangan teknologi buatan manusia, namun AI dipengaruhi oleh pemikiran dan ideologi yang diproses melalui suatu keputusan. AI ditangan manusia yang memiliki pemikiran akidah yang kokoh dan tunduk akan hukum syara akan melahirkan kemaslahatan, sebaliknya jika AI ditangan kafir akan mendatangkan kerusakan dan kemudharatan.
Banyak faktor yang memengaruhi penyalahgunaan AI hariini. Faktor individu memandang kentungan dan manfaat yang utama tanpa memepertimbangkan halal dan haram, faktor masyarakat yang abai, enggan mengajak pada kebaikan dan menyeru pada keburukan (amal ma'ruf nafi munkar), faktor negara yang lepas tanggan dalam meriayah warga negaranya.
Sistem kehidupan manusia harus diatur dengan syariat Islam agar selamat. Dengan menjadikan islam sebagi solusi setiap permasalahan kehidupan. Membentuk individu yang taat dengan hukum syara, dan bertakwa kepada Allah SWT, membentuk masyarakat yang peduli dan amal ma'ruf nafi munkar, dan negara selaku penentu dalam kemajuan AI berlandaskan hukum syariat islam secara kaffah guna meraih ridhoNya dan rahmat bagi seluruh alam.
Wallahua'lam bish-showab


0 comments:
Posting Komentar